fanny_crosby.gif

” Blessed Assurance dan Bintang Pelakon Bakti ” 

Fanny J. Crosby dan Johny Mapaliey 

Bagi manusia pada umumnya keterbatasan fisik atau cacat fisik merupakan  suatu penghalang besar untuk dapat melakukan berbagai aktifitas bahkan  ada yang terlalu berpikir jauh kalau cacat fisik itu merupakan bentuk hukuman atau kutuk dari Tuhan.

Salah satunya cacat fisik pada mata atau tuna netra sehingga bagi penyandang cacat fisik juga kaum tuna netra kurang dihargai dan mendapat perhatian masyarakat, mereka adalah warga Masyarakat kelas yang terpinggirkan dari aktifitas masyarakat sehari-hari. Lagi pula bagi penyandang cacat fisik itu sendiri, keadaan ini membuat mereka sering putus asa dan mempertanyakan Tuhan kenapa ini harus terjadi pada diri mereka.  

Tetapi semua ini tidak berlaku sama sekali bagi seorang Fanny J. Crosby dan Johny Mapaliey. Bagi mereka cacat fisik dan menjadi Tuna Netra bukan penghalang untuk melakukan berbagai aktifitas, bahkan untuk  menghasilkan karya yang luar biasa (Masterpiece) dalam hidup mereka. 

Ini yang harus menjadi pelajaran dan renungan bagi kita yang  mengaku normal tetapi sebenarnya lebih tidak normal, betapa  banyaknya manusia yang dikaruniai mata yang normal / melek tetapi tidak mampu ” Melihat Tuhan dengan segala sifat dan kehendakNya serta menutup mata akan keberadaan sesamanya Manusia “.  Fanny J. Crosby & Johny Mapaliey adalah seorang tuna netra tetapi mereka telah melihat Tuhan yang penuh kasih itu dan kesaksian hidup serta karya mereka telah membawa dan menjadi berkat bagi sesama manusia untuk kemuliaan Tuhan.

Dua Komponis lagu-lagu rohani tuna netra ini memang hadir dalam ruang dan waktu yang berbeda.  Siapa tidak kenal Fanny J. Crosby ? karyanya (lagunya)  masih tetap relevan dan dinyanyikan diberbagai Gereja-Gereja dimuka bumi hingga saat ini, ingat lagu ” Blessed Assurance ” yang diciptakan Tahun 1873 M dan sudah diterjemahkan dalam berbagai Bahasa yang ada dan di Indonesia sendiri oleh Yamuger / Yayasan Musik Gereja masuk dalam Kidung Jemaat No. 392 dengan judul ” Ku Berbahagia “.

Komponis Johny Mapaliey pun menurut saya dan semua juga, pasti setuju dalam hal ini, mungkin bagi masyarakat Sulawesi Utara, dapat disamakan dengan komponis-komponis Eropa & Amerika lainnya yang telah melegenda, walaupun karya-karya yang dihasilkannya tergolong masih baru kalau tidak salah di mulai Tahun 1960 dengan judul lagu “Payung Nimat Tuhan, kemudian berturut-turut seperti Bintang Pelakon Bakti, Berlayar, Gegap Gempita, Ramai Rawan, dll. Lagu-lagunya ini tetap menjadi favorit karena berkualitas dalam Lirik & Aransmen Nadanya serta sangat relevan untuk dinyanyikan oleh paduan suara – paduan suara yang ada,  salah satunya adalah Voice of Soul Choir  yang notabene anggota-anggotanya berasal dari Sulawesi Utara dan berdomisili di DKI Jakarta.

Demikian tulisan ini dibuat, kiranya dapat menjadi bacaan,  juga  sebagai perenungan bagi kita semua dan anggota Voice of Soul Choir  bahwa hidup kita ini sangat berarti dan berharga di Mata Tuhan, jadi mari kita pakai dan gunakan hidup ini untuk menjadi lebih berarti, bermakna dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi sesama Manusia. 

God Bless all Of Vos’er !! 

By. Meers Malky. Takaendengan