voscert.jpg

Membaca pengalaman, suka-duka persiapan para tim juara 1st Games Choir Games di posting terdahulu ( Masih tentang 1st Asian Choir Games ) membuat penulis tergelitik untuk menuangkan pengalaman paduan suara Voice of Soul mengikuti 1st Asian Choir Games yang baru lalu.

Tentang ide mengikuti 1st Asian Choir Games. Awalnya terjadi perdebatan dalam tubuh anggota yang mempertanyakan orientasi ( Visi dan Misi ) paduan suara ini apakah akan menjadi paduan suara “Festival” atau “Pelayanan” singkat kata keputusan terakhir adalah ikut serta pada 1st Asian Choir Games, tentunya dengan tetap memiliki orientasi serta Visi dan Misi yang jelas.

Persiapan latihan selama 3 bulan. Sebagai paduan suara yang anggotanya mayoritas karyawan dan karyawati serta mahasiswa, dimana domisili anggota yang tersebar di lima penjuru Ibukota Jakarta, maka tak pelak lagi latihan merupakan kendala yang paling utama! ditambah lagi tempat latihan satu-satunya yang sangat strategis dikawasan pancoran Jakarta, tiba-tiba menutup pintu bagi paduan suara ini untuk berlatih! jadilah komunitas paduan suara ini menjadi ” bangsa nomaden ” (he,..he,..) yang latihannya berpindah-pindah dari tempat yang satu ketempat yang lain.

Kesan yang tak terlupakan. Ada sebuah pengalaman unik yang berkesan sekaligus mencekam ketika paduan suara Voice of Soul berlatih disebuah kawasan di Jakarta Selatan, saat sedang serius dan fokus latihan, tiba-tiba! segerombolan orang dengan berpakaian baju koko dan peci hitam mendatangi tempat paduan suara ini berlatih dan meminta agar latihan segera dihentikan karena dianggap mengganggu lingkungan sekitar, maka latihanpun langsung terhenti dan esoknya paduan suara ini kembali mengembara ketempat latihan yang baru di kawasan Sentul Jawa Barat!

Ikut serta atau tidak ya? Dua Minggu menjelang hari “H” timbul pertanyaan diantara anggota mengenai jadi atau tidaknya paduan suara ini ikut serta dalam 1st Asian Choir Games. Masalah Dana sempat muncul sebagai kendala namun dengan cepat dapat segera teratasi (Terima kasih buat para Donatur & Penasihat). Masalah serius justru ada pada kesiapan dirigen dan para penyanyi! Voice of Soul Choir akan mengikuti kategory 15 yaitu Musica Sacra dimana perlombaannya jatuh pada Hari Kamis, Tanggal 8 November 2007. Tiba-tiba saja beberapa anggota menyatakan pengunduran diri karena tidak dapat ijin cuti dari kantor dan beberapa teman mahasiswa harus mengikuti ujian pada hari “H”! Lebih lengkap lagi sang dirigen harus tugas keluar kota, sehingga komunikasi antara penyanyi dan dirigen menjelang hari “H” menjadi tersendat, tidak heran pertanyaan diatas muncul dibenak mayoritas anggota! Jadi ngga sich ikut ACG?

The show must go on; “Do Your Best and Let God do the Rest” .

Akhirnya dengan segala pergumulan yang ada paduan suara ini boleh tampil pada 1st Asian Choir Games 2007 Hari Kamis, 8 November 2007 Jam 17.20 dengan nomor  peserta 10! berturut-turut menyanyikan lagu If Ye Love Me (Thomas Thalis) Ave Maria (Anton Bruckner) O be joyful in the Lord (John Rutter) Chillun Come On Home ( Noble Cain ).

Mujizat itu nyata! Rasanya seperti Mujizat jika paduan suara ini boleh tampil diajang kompetisi Internasional. Saat pengumuman pemenang (Award Ceremony) di hari Sabtu pagi dan nama Voice of Soul Choir diumumkan meraih medali perunggu, anggota yang hadir berteriak dengan penuh sukacita layaknya meraih medali emas, sungguh sebuah hasil dan pencapaian yang adil. Medali perunggu bagi paduan suara Voice of Soul! namun yang bermakna emas karena jerih payah dan kerja keras dalam berlatih telah membuahkan suka-cita bagi paduan suara ini. Pencapaian / hasil akhir dari kompetisi ini memang sangat penting! namun yang lebih penting lagi adalah proses menuju pencapaian / hasil akhir tersebut dan follow up nya kedepan.  Sebuah pelajaran berharga yang menjadi pengalaman iman adalah;  “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.  Dan karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. Segala hormat puji-pujian dan ucapan syukur hanya bagi Tuhan Yesus Kristus! (rfw)