logo.gif” Singing together brings nations together ” (Menyanyi bersama membawa bangsa-bangsa bersatu) adalah moto yang dipakai oleh organisasi paduan suara dunia Musica Mundi, tentu maksudnya sangat jelas untuk mempersatukan bangsa-bangsa lewat seni paduan suara, bahwa ada satu pernyataan yang mengatakan musik adalah bahasa universal, memang bukanlah sebuah anggapan kosong!

Dalam dunia paduan suara hal ini jelas tak terbantahkan, dengan begitu banyaknya paduan-suara paduan suara yang tersebar di dunia dan nusantara rasanya cukup bagi kita untuk mengaminkan pernyataan diatas. Kali ini penulis ingin memperkenalkan sekaligus menambah deretan bukti-bukti bahwa dengan bahasa musik dan nyanyian sanggup menyatukan sebuah komunitas,  meminjam istilah bahasa gaul “bisa nyetel” difrekwensi yang sama. 

Adalah sebuah paduan suara di Seattle, Washington yang mempersatukan kaum Lesbian dan Gay dalam sebuah kelompok paduan suara bernama Seattle Lesbian and  Gay Chorus (SLGC) kelompok paduan suara ini telah berdiri sejak tahun 1990, dan ditahun 2008 merupakan perayaan ke-18 berdirinya paduan suara ini, sebuah usia yang menakjubkan, mengingat komunitas ini masih diberi “stigma” dalam kehidupan sosial, sekalipun itu disebuah negara yang menganut paham “Liberal” kebebasan diatas segalanya.

Patut pula diacungi jempol untuk konsistensi dan aktivitasnya yang berkesinambungan dari tahun ke tahun, ditambah misi yang sangat jelas yang mendasari perjalanan paduan suara ini simak saja misi mereka ini chorus mission: to entertain, enlighten, and move our audiences through musical and performance excellence within a community that celebrates and affirms all genders and sexualities. Hebatnya lagi mereka secara konsekwen dan konsisten menyuarakan aspirasi komunitas ini melalui  performance/konser-konser yang mereka lakukan, sebut saja pada bulan Juni 2004, ketika mereka perform di All Pilgrims Christian Church and ArtsWest dengan Tema My Big Fat Gay Wedding. Sebuah konser yang merupakan protes terhadap pemerintahan Bush yang melarang pernikahan sejenis. (Read NOW’s statement on Bush’s endorsement of the anti-marriage amendment. Sources: White House Office of the Press Secretary, Feb. 24; ABCNews, Feb. 18; Associated Press, Feb. 18 m)

Tulisan ini tidak mengajak kita semua untuk berpolemik dalam hal gender yang mengarah pada kontroversi diseputar Lesbian dan Gay namun sesuai dengan semangat musik yang merupakan bahasa universal setidaknya paduan suara ini telah memberi inspirasi, motivasi bagi kita pelaku dan pecinta paduan suara untuk dapat lebih fokus dan membangun paduan suara kita, dengan lebih baik lagi ditahun yang akan datang! Sehingga melalui bahasa yang sama komunitas paduan suara dapat menyuarakan isu-isu lokal dan global seperti, kemiskinan, korupsi, dekadensi moral, pelestarian lingkungan, dll. Tentunya dengan cara yang elegant melalui konser-konser seni yang berkualitas sehingga komunitas ini dapat memberi andil dan membawa perubahan berarti bagi kehidupan manusia, semoga! (rfw)