maria.jpg 

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik  kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat

rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita,

kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” (Lukas 1:46-55)

Itulah puji-pujian Maria yang menyatakan betapa jiwanya memuliakan Tuhan dan dirinya hanyalah seorang hamba yang dilayakkan Tuhan. Karena kedalaman artinya, banyak komponis menggubah karya-karya mereka dengan menggunakan ayat-ayat yang dikenal sebagai “The Song of Mary” (Lagu pujian Maria), salah satunya yaitu J. S. Bach, yang menuangkannya dengan luar biasa dalam karyanya “Magnificat”. Magnificat (bahasa Latin, baca: manyifikat) Maria, artinya: kidung atau pujian Maria. Maria menaikkan pujian kepada Tuhan yang telah memberinya berkat luar biasa sekaligus menerima tugas untuk menjadi ibu bagi Sang Juruselamat.

Magnificat in D Johann Sebastian Bach (1685-1750)

Magnificat in D atau lebih dikenal sebagai “Great Magnificat” adalah buah karya yang sangat jenius dari Johan Sebastian Bach. Diciptakan untuk perayaan Natal pada Tahun 1723. Sampai hari ini menjelang hari Natal banyak paduan suara di dunia menggelar konser Magnificat in D karya Johann Sebastian Bach.

 Jiwaku memuliakan Tuhan!

“Selamat Hari Natal 2007 

&

 Tahun Baru 2008” 

Tuhan memberkati kita semua!

(rfw)