nearer.jpg

Nearer My God to Thee (Makin dekat Tuhan) lagu ini membuat jutaan pasang mata yang menyaksikan film Titanic berlinangan airmata. Adalah Titanic kapal laut yang diklaim paling modern dan terbesar sepanjang masa, berlayar di tahun 1914. Dinyatakan tidak bisa tenggelam namun akhirnya menabrak gunung es, bocor, sampai air masuk penumpang masih tenang. Kapal sudah mulai tenggelam orang kaya masih berdandan mengurus uang dan berlian. Akhirnya tragedi besar, tenggelam total, kapal yang dipercaya tidak akan bisa tenggelam kini tidak berbekas sedikitpun, hanya cerita cerita yang mengisahkan detik-detik tenggelamnya kapal Titanic dimana sang Kapten ikut tenggelam karena wajib mempertahankan jabatanya hingga ajal terakhir, juga cerita tentang sekelompok musisi yang tetap memainkan alat musiknya mengiringi tenggelamnya kapal Titanic. 

180px-titanic-new_york_herald_front_page.jpg Jika tindakan Kapten Kapal dapat dimaklumi bahkan diajungi jempol untuk tetap bertahan sebagai orang terakhir yang tenggelam bersama kapal Titanic maka banyak pertanyaan muncul diseputar keputusan kelompok musisi yang lebih memilih bertahan seiring tenggelamnya kapal Titanic mungkin sebuah pendapat sederhana dari seorang pemerhati film Titanic dapat menjadi jawaban dari keputusan kelompok musisi tersebut ” Musician or vocalist… haha however, this is always be the most touching scene for me… they have the true spirit as to be a musician “ ya mungkin jiwa yang murni sebagai musikuslah yang membangkitkan semangat mereka untuk terus berkarya hingga akhir hayat.

Tahukah anda bahwa Nearer My God To Thee yang terkenal itu tercipta karena diilhami oleh ayat dari Alkitab Kejadian 28 : 11 – 12  Ia melihat sebuah tangga diatas bumi, dimana puncaknya sampai ke sorga, dan malaikat-malaikat Tuhan turun naik disitu. Berikut fakta sejarah mengenai lagu:

NEARER MY GOD TO THEE (Makin Dekat Tuhan) Syair : No. 1-5, Sarah Fuller Flower Adams, di  Hymns and Anthems,
by William Johnson Fox, 1841; versi  6, Edward Henry Bickersteth, Jr.
Music: “Bethany (Lowell Mason, 1856).
 
Suatu malam, kadang-kadang  setelah terbangun dalam kegelapan, mata terbuka lebar, melalui keheningan dalam rumah, sebuah melodi datang kepada saya, dan esok hari saya menulis dalam suatu catatan. Demikian kata-kata Sarah Fuller.
“Nearer, My God, to Thee” dinyanyikan pada  bioskop di San Francisco, dan mendapat beberapa penghargaan akademic . Juga dinyanyikan oleh band :  titanic, pemenang dari  Academy Award untuk best picture of 1997. Ada juga beberapa kisah  nyata yang mendapat inspirasi yang berhubungan dengan lagu ini. Para pengamat Titanic mengatakan bahwa lagu ini dilagukan pada orchestra dikapal kelas I, sedangkan di kelas II terdengar lagu Eternal Father strong to save. Cerita lain mengenai kematian dari Presiden Amerika Serikat:
William McKinley, pada tahun 1901. Dokter pribadi presiden : Dr Mann melaporkan bahwa kata-kata terakhir dari presiden Mc. Kinley adalah : Lebih dekat pada Tuhan, walau mungkin ini sebuah salib adalah suatu doa saya yang tetap. Pada suatu sore pada September 1901,
setelah 5 menit sunyi diseluruh negara, band dari  Union and Madison Squares in New York City melagukan lagu pujian ini sebagai suatu kenangan dari kematian presiden. Juga dinyanyikan di  memorial service untuknya di  Westminster Abbey, London.

 
Makin dekat Tuhan.
Kidung jemaat 401, terjemahan EL. Pohan, berdasar pada Kejadian 28.

 

1. Makin dekat Tuhan kepada Mu. Walau saliblah mengangkatku.
Inilah laguku Dekat kepadamu.
Makin dekat Tuhan, kepadaMu. 2. berbantal batupun ku mau rebah, bagai musafir yang lunglai lelah.
Asal dimimpiku, dekat kepada Mu.
Makin dekat kepada Mu.3. Buatlah tangga Mu tampak jelas
dan para Malakmu yang bergegas,
menghimbau diriku  kepadaMu,
makin dekat Tuhan, kepadaMu.4. Batu deritaku ‘kan kubentuk, menjadi Betelku, kan kubentuk, kokoh teguh.
Jiwaku berseru! dekat kepadamu;
makin dekat Tuhan, kepadaMu.

1. Nearer, my God, to Thee, nearer to Thee!
E’en though it be a cross that raiseth me,
Still all my song shall be, nearer, my God, to Thee.
RefrainNearer, my God, to Thee,
Nearer to Thee!

2. Though like the wanderer, the sun gone down,
Darkness be over me, my rest a stone.
Yet in my dreams I’d be nearer, my God to Thee.

Refrain

3. There let the way appear, steps unto heav’n;
All that Thou sendest me, in mercy given;
Angels to beckon me nearer, my God, to Thee.

Refrain

4. Then, with my waking thoughts bright with Thy praise,
Out of my stony griefs Bethel I’ll raise;
So by my woes to be nearer, my God, to Thee.

Refrain

5. Or, if on joyful wing cleaving the sky,
Sun, moon, and stars forgot, upward I’ll fly,
Still all my song shall be, nearer, my God, to Thee.

Refrain

6. There in my Father’s home, safe and at rest,
There in my Savior’s love, perfectly blest;
Age after age to be, nearer my God to Thee.
Refrain

dari berbagai sumber (rfw)