03konser.gif

[SP/Ignatius Liliek] Kelompok Vokal Ansamble Difertimento menyanyikan lagu “Ave Maria” karya komposer Tomas Luis de Victoria pada konser vokal bertajuk “Adoramus Te” di Pusat Kebudayaan Jerman, Goethe Haus, Jakarta, Jumat (29/2). “Adoramus Te” yang memiliki arti Kami Memuja-Mu ini menampilkan sejumlah komposisi karya komposer dunia dan biasa digunakan sebagai liturgi pada Gereja Katolik Roma.

Memasuki masa prapaskah, grup vokal ensamble Difertimento menyuguhkan serangkaian lagu-lagu gereja dari abad ke-16. Lagu-lagu tersebut dinyanyikan dengan harmonisasi indah membawa penonton hanyut pada masa renaissance.

Melalui konser perdana yang diberi tajuk Adoramus Te, grup vokal ensambel Difertimento tampil di Goethe Haus, Jakarta, baru-baru ini. Mereka mengeksplorasi vokalitas musik zaman renaissance, khususnya karya-karya yang sering diperdengarkan pada liturgi perayaan sakramen Ekaristi atau misa umat Katolik Roma. Pilihan lagu pada konser kali ini berupa musik-musik yang digunakan mulai dari masa pra-Paskah, hingga Pantekosta.

Lagu-lagu misa seperti Sanctus dan Agnus Dei juga dilantunkan dengan indah dan syahdu seakan penonton sedang dalam sebuah perayaan misa yang berlangsung hikmat. Malam itu, Difertimento membawakan 14 lagu-lagu bertema religius dengan latar musik untuk sebuah perayaan misa umat Katolik Roma pada zaman renaissance.

Walaupun musik zaman ini sudah sering dibawakan dalam konser-konser pertunjukan, masih sangat jarang sebuah konser melantunkan lagu ini dari awal hingga akhir. Direktur Difertimento sekaligus pelatih musik, Florian Hutagalung mengatakan tujuan konser ini menyampaikan kepada publik, musik-musik zaman renaissance juga enak untuk dinikmati.

Walau musik zaman tersebut bukan hal baru bagi para pencinta musik paduan suara, kata Florian, suguhan musik kali ini ingin menampilkan kepada publik sisi lain lagu-lagu renaissance. Selain sebagai sebuah perkenalan kepada publik, konser malam ini juga bertujuan membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap musik klasik abad ke-16 tersebut.

Lantunan lagu-lagu klasik dibawakan dengan harmonisasi yang sangat indah oleh tiga belas penyanyi Difertimento yang berasal dari berbagai latar belakang. Difertimento dibentuk pada Para anggota vokal ensambel ini tidak semuanya berasal dari latar belakang pemusik. Walau rata-rata merupakan penyanyi lepas atau bagian dari sebuah paduan suara, Florian mengatakan keanggotaan Difertimento bersifat terbuka. Dia tidak menutup kemungkinan siapapun yang ingin bergabung walau tanpa latar belakang musik.

Difertimento terbentuk dari latar belakang kejenuhan para anggota terhadap sebuah paduan suara yang besar. Mereka ingin menunjukkan profesionalitas diri. Difertimento terdiri dari tiga penyanyi tenor, empat alto, dua bas dan lima sopran tersebut bergabung dengan tekad ingin membuktikan kualitas diri mereka dengan menggantungkan vokalitas melalui insting. Sesuatu yang susah dilakukan jika bergabung dengan sebuah paduan suara.

Para personel Difertimento berharap sebuah grup vokal ensambel dapat mengolah musikalisasi para anggotanya sehingga da- pat terasah secara insting dan dapat menampilkan talenta individu secara lebih menonjol.

Pada konser perdana ini, Difertimento berharap dapat membawakan sebuah musik yang indah dan mampu menghibur para pencinta musik paduan suara di Indonesia. Grup vokal ini menghembuskan satu alternatif yang berbeda untuk musik klasik paduan suara, karena dengan jumlah anggota yang sedikit, keindahan musik yang mereka ciptakan tidak kalah indahnya dengan sebuah pertunjukan vokal paduan suara. [CAT/U-5]

SUARA PEMBARUAN DAILY