Voice of Soul Choir mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah 2008,

happy-east.jpg Paskah memang identik dengan simbol kelinci dan telur. Coba kita tengok ke belakang sejenak, bila paskah tiba hampir di seluruh toko-toko banyak di jual hiasan telur dan berbagai macam bentuk hiasan kelinci. Sewaktu kita kecil bila menjelang hari Paskah tiap sekolah (khususnya sekolah kristiani) biasanya diadakan acara untuk menghias telur dengan berbagai macam warna dan gambar. Memang tradisi itu sudah turun-temurun dari dulu sampai sekarang. Bahkan bila tiba saatnya hari Paskah, selalu diadakan perlombaan untuk mencari telur Paskah.

Saat ini saya akan sedikit mengulas tentang asal usul dari lambang Paskah dan arti dari Paskah itu sendiri yang selalu identik dengan telur dan kelinci. Apa hubungannya Paskah dengan telur dan kelinci?? Memang, hubungan secara tidak lansung sebenarnya tisak ada. Tapi bila kita mambaca ulasan tentang ini mungkin akan lebih jelas untuk kita semua arti dari lambang telur dan kelinci di hari Paskah.

Pada zaman abad-abad permulaan di Inggris orang sudah mengenal Dewi Eostern, di Jerman mereka menyebutnya dengan Dewi Austro, sebagai dewi musim semi atau dewi kesuburan dan perpanjangan hidup, yang kira-kira dapat dibandingkan dengan Dewi Sri di Indonesia.

Hari Paskah selalu jatuh di sekitar hari-hari perayaan Dewi Eostre itu. Sebab itu lambat laun orang mengambil alih perayaan Dewi Eostre itu. Kata Inggris dan Jerman untuk Paskah, yaitu Easter dan Ostern, diambil dari nama Dewi Eostre dan Dewi Austro itu, juga kegiatan perayaan itu diambil-alih dan diberi isi yang baru.

Begitulah telur yang semula adalah lambang cikal-bakal kehidupan diambil-alih dan dijadikan lambang bangkitnya kehidupan. Kelinci yang semula adalah lambang kesuburan (karena kelinci adalah salah satu binatang yang cepat berkembang biak) diambil-alih dan diberi arti Paskah, yaitu dijadikan lambang kehidupan yang berlimpah dalam Kristus.

Bagi orang di belahan bumi bagian utara, musim semi adalah musim yang memperlihatkan munculnya kembali kehidupan. Pohon-pohon yang selama musim gugur dan musim dingin menjadi gundul kini mulai bertunas. Bunga mulai bermekaran. Binatang-binatang mulai keluar dari tempat perlindungannya. Kehidupan dimulai lagi. Demikianlah orang-orang Kristen sejak zaman itu mengambil alih perayaan itu. Lambang telur dan kelincipun diambil-alih dan dijadikan lambang bahwa Kristus bangkit dan hidup kita di mulai lagi secara baru untuk menjadi hidup yang bersemi dan berlimpah.

Di Eropa sendiri (khususnya di Jerman) mereka memiliki tradisi sendiri dalam menyambut kebangkitan Yesus Kristus. Mereka menyebutnya dengan Totensonntag (Minggu orang mati). Mengapa disebut demikian?? Karena hal itu selalu dirayakan pada hari Minggu terakhir sebelum Minggu Adven pertama. Mereka melakukan ini bukannya merupakan tradisi Kristen, melainkan berdasarkan amanat dari Raja Friedrich Wilhelm III di tahun 1886.

Berziarah ke kuburan bukan hanya dilakukan oleh umat agama tertentu saja, hampir semua agama menghalalkan berziarah ke kuburan. Umat Kristiani juga banyak yang beziarah ke kuburan orang-orang Kudus. Salah satu kuburan terkenal tempat berziarah yang telah di tentukan oleh para Uskup ialah Santiago Compostella (makam Santo Yakobus). Sudah banyak juga umat Katolik yang pergi berziarah ke makam Rasul Petrus di Vatikan. Perlu diketahui, meskipun Rasul Petrus meninggal di Roma, tetapi tidak diketahui dimana tepatnya letak makamnya. Pada tahun 315, kaisar Romawi, Konstantius, membangun gereja yang altarnya “konon” tepat berada di atas makan Santo Petrus yang akhirnya menjadi Basilika Santo Petrus, seperti yang kita kenal sekarang ini.

Pada awalnya mereka tidak yakin, apakah benar di sini letak makam Rasul Petrus. Tetapi sekitar 1500 tahun kemudian, dengan diawali oleh sebuah peristiwa kecelakaan seorang pekerja di tahun 1939, mereka mulai mencari dan menggalinya kembali, dan baru pada tahun 1958 makam Rasul Petrus akhirnya ditemukan disalah satu katakombe dan letaknya persis di bawah altar yang terletak di bawah kubah Santo Petrus, Vatikan. Salah satu tulisan yang diukirkan disana berbunyi: ?Petrus berbaring didalam sini?. Bagaimanapun juga, kita pasti akan teringat akan perkataan Yesus pada Matius 16:18 ?Dan Akupun berkata kepadamu: ?Engkau adalah Petrus (bahasa Aramis = Kefas), dan diatas batu karang (bahasa Aramis = Kefas) ini Aku akan menjadikan jemaat-Ku (Gereja, Eccklesia).?

Itulah mengapa Paskah identik dengan telur dan kelinci. Kelinci menyimbolkan lambang kesuburan dan kehidupan baru di dalam Kristus. Sedangkan telur merupakan simbol dari perayaan Paskah di setiap gereja. Berdasarkan pepatah bangsa Romawi yang menyatakan bahwa ?Semua kehidupan berasal dari telur?. Dalam sebagian besar kebudayaan dan masyarakat, telur merupakan lambang kebangkitan dan kelahiran.

Ada juga yang menafsirkan bahwa telur itu mandapatkan maknanya religius, karena dianggap sebagai simbol makam batu darimana Kristus keluar menyongsong hidup baru melalui kebangkitan-Nya. seperti juga anak ayam yang baru keluar menetas dari telur.

Namun, apapun itu artinya, marilah kita belajar untuk hidup dalam iman dan percaya. jika ada ketakutan, atasilah dengan kekuatan Tuhan. Berdoalah dengan sungguh sungguh supaya Tuhan melepaskan ketakutan tersebut. orang yang percaya kepada Tuhan akan terhindar dari ketakutan. Mzm 91 berbicara tentang janji Tuhan kepada mereka yang berlindung kepada-Nya. Janji ini bukan angan-angan belaka. Ini pasti digenapi kepada mereka yang sungguh-sungguh berlindung kepada-Nya.

SEMUA KETAKUTAN TIDAK ADA YANG DIBENARKAN KECUALI TAKUT AKAN TUHAN

Selamat Paskah untuk semuanya. Semoga damai dan sukacita Paskah selalu ada dan menyemangati dalam diri dan kita semuanya.

Sumber: http://www.kmki.net/index.php?mod=buletin&thema=5&id=103