Gelombang kedua kejuaran dunia “World Choir Games” telah berakhir pada tanggal 19 Juli 2008. Beberapa kelompok paduan suara Indonesia kembali berprestasi dengan mempersembahkan medali emas dan perak sayangnya pada babak kedua ini tidak ada lagi yang mengikuti jejas Elfa’s Singers dalam meraih Champion sehingga lagu kebangsaan Indonesia Raya tidak terdengar.

Mereka yang berprestasi pada gelombang kedua  adalah Tomohon Christian Female Choir pada Category 10 (Female Chamber Choir) yang meraih medali perak, agak mengejutkan karena Tomohon Christian Female Choir baru saja terbentuk pada tahun 2008. Berikutnya adalah North Sulawesi GMIM Male Choir (Paduan Suara Kaum Bapak Gereja Masehi Injili di Minahasa Sulawesi Utara) yang meraih medali emas pada kategory 14 (Male Choirs) dan medali perak pada kategori 19 (Musica Contemporanea). Dan terakhir pada categori 28 (Folklore open category). Indonesia mendulang medali emas dan perak dengan wakil-wakilnya dari Gorontalo Inovasi Choir (Emas), Wakhu Bhim Choir of Papua (Emas), Gema Chandra Cendrawasih University Choir (Perak), Paduan Suara Universitas Hasanuddin (Perak), Voice of YPJ (Perak), Adore te Choir (Perak).

Sayangnya dari sekitar 33 paduan suara yang terdaftar dalam buku program tidak semua yang berangkat ke Austria karena masalah prosedur dan finansial sehingga Indonesia hanya diwakili oleh sekitar 14 paduan suara, dengan prestasi perolehan medali; 9 emas dan 15 perak. Indonesia berada pada urutan ke 4 sebagai negara pengumpul medali terbanyak dibawah China, Austria, Russia dari sekitar 93 negara yang mengikuti event ini.

Selamat buat paduan suara Indonesia! (rfw)